Category: Uncategorized

  • Ketua Umum Bhayangkari Salurkan Bantuan Lewat Ketua Bhayangkari Daerah Jawa Barat untuk Korban Longsor di Cisarua

    Kota Bogor-

    Ketua Umum Bhayangkari Ny. Juliati Sapta Dewi Magdalena atau yang sering disebut dengan Ny. Juliati Sigit Prabowo menyalurkan bantuan lewat Ketua Bhayangkari Daerah Jawa Barat Ny. Diana Herutami Gastini atau yang dikenal dengan Ny. Diana Rudi Setiawan. bantuan yang disalurkan adalah bantuan kemanusiaan kepada para korban bencana tanah longsor dan banjir bandang di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, sebagai bentuk kepedulian dan empati terhadap warga terdampak bencana, Minggu (25/1/2026)

    Bantuan tersebut diserahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi, khususnya bayi, anak-anak, dan keluarga yang terdampak langsung akibat bencana alam yang melanda wilayah tersebut. Paket bantuan yang diberikan meliputi berbagai kebutuhan pokok dan perlengkapan sehari-hari.

    Adapun bantuan yang disalurkan antara lain pampers berbagai ukuran, susu bayi dan balita, makanan dan bubur bayi, vitamin anak, selimut, kasur, pakaian layak pakai anak-anak dan dewasa, kaos kaki anak, handuk, sabun mandi, sampo sachet, pembalut, minyak telon, minyak kayu putih, tolak angin, air mineral, serta makanan siap saji seperti pop mie goreng dan pop mie kuah.

    Ketua Umum Bhayangkari lewat Ketua Bhayangkari Daerah Jawa Barat menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud kepedulian Bhayangkari kepada masyarakat yang sedang mengalami musibah, sekaligus bentuk dukungan moril agar para korban tetap kuat dan tabah menghadapi situasi sulit pascabencana.

    “Semoga bantuan ini dapat meringankan beban para korban dan membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari selama masa tanggap darurat,” ujarnya.

    Ketua Bhayangkari Daerah Jawa Barat juga menyatakan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi kebencanaan, sebagai bagian dari dukungan kemanusiaan dan pengabdian sosial.

  • Den K9 SAR Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri Siap Perkuat Penanganan Bencana Longsor di Cisarua, Bandung Barat

    Bandung Barat — Polri melalui Detasemen K9 Unit SAR Direktorat Polisi Satwa Korps Sabhara Baharkam Polri melaksanakan apel kesiapan dalam rangka perbantuan bencana alam di wilayah hukum Polda Jawa Barat, sebagai bentuk kehadiran negara dan respons cepat dalam misi kemanusiaan pascabencana tanah longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Apel kesiapan tersebut dilaksanakan pada Minggu, 26 Januari 2026, pukul 15.00 WIB, bertempat di Mako Ditpolsatwa, sebagai persiapan pelaksanaan tugas Bantuan Kendali Operasi (BKO) di bawah Polda Jawa Barat.

    Dalam operasi kemanusiaan ini, Den K9 SAR Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri mengerahkan sebanyak 20 personel yang dipimpin oleh IPTU Erasmus selaku Katim K9, didukung oleh tim veteriner, para handler, pelindung, serta pengemudi. Kekuatan ini diperkuat dengan enam ekor satwa pelacak K9, yakni Walet, Ari, Rubin, Dasa, Gyra, dan Sita, yang memiliki keahlian utama dalam pencarian korban meninggal dunia atau cadaver search. Untuk mendukung mobilitas dan efektivitas di medan bencana, tim K9 SAR juga dilengkapi dengan satu unit truk boks dan empat unit kendaraan ransus Navara K9.

    Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa pengerahan Den K9 SAR merupakan langkah strategis Polri untuk mempercepat proses pencarian korban di medan longsor yang memiliki tingkat kesulitan tinggi. “Pengerahan Den K9 SAR ini adalah bentuk keseriusan dan komitmen Polri dalam misi kemanusiaan. Seluruh sumber daya kami kerahkan secara maksimal, cepat, dan terukur agar proses pencarian korban dapat berlangsung efektif, sekaligus memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Kombes Pol. Hendra.

    Berdasarkan data resmi Posko Utama dan Pos DVI hingga Minggu, 25 Januari 2026, pukul 16.35 WIB, dari total 105 laporan orang hilang, tim SAR gabungan telah mengevakuasi sebanyak 25 kantong jenazah, bertambah tiga jenazah utuh dari hasil pencarian terbaru. Dari jumlah tersebut, 11 korban telah berhasil diidentifikasi, terdiri dari 10 jenazah utuh dan satu potongan tubuh. Korban yang telah teridentifikasi masing-masing atas nama Suryana (57), Jajang Tarta (35), Dadang Apung (60), Nining (40), Nurhayati (42), Lina Lismayanti (43), M. Kori (30) yang teridentifikasi dari potongan tubuh berupa tangan, AI Sumarni (35), Koswara (40), Koswara (26), dan Ayu Yuniarti (31). Sementara itu, sepuluh jenazah dan satu bagian tubuh lainnya masih dalam proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri melalui pemeriksaan post mortem dan ante mortem.

    Kombes Pol. Hendra Rochmawan menegaskan bahwa Polri akan terus bersinergi dengan TNI, Basarnas, BNPB, BPBD, pemerintah daerah, serta unsur relawan hingga seluruh korban berhasil ditemukan dan dievakuasi. “Polri hadir tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam misi kemanusiaan dan berorientasi pada keselamatan masyarakat,” tegasnya.

    Ia juga memohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar seluruh personel SAR, TNI-Polri, tenaga medis, relawan, serta keluarga korban diberikan kekuatan, keselamatan, dan ketabahan selama proses kemanusiaan ini berlangsung. Hingga saat ini, operasi pencarian dan evakuasi masih terus dilanjutkan dengan mengedepankan prinsip keselamatan personel dan ketelitian dalam setiap tahapan kegiatan.

  • Polda Jabar Update Kembali Penanganan Korban Bencana Longsor Cisarua, Pos DVI Terima 25 Kantong Jenazah

    Kota Bogor- Proses identifikasi korban longsor dan banjir bandang di Kec. Cisarua Kab. Bandung  Barat masih terus berlangsung.

    Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri menyampaikan perkembangan terbaru hasil proses identifikasi korban bencana berdasarkan data yang diterima di Pos DVI hingga pukul 17.00 WIB hari ini.
    Pos DVI berfungsi sebagai tempat penampungan dan pemeriksaan jenazah hasil evakuasi yang dilakukan oleh tim SAR gabungan di lokasi bencana. Hingga saat ini, personel SAR masih terus berjibaku di lapangan untuk mengevakuasi korban yang tertimbun material bencana.
    Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Berdasarkan data terbaru, tercatat sebanyak 25  kantong jenazah telah diterima di Pos DVI. Jumlah tersebut bertambah setelah ditemukan tiga jenasah utuh tambahan.
    Dari jumlah tersebut, 11 jenazah berhasil diidentifikasi, terdiri dari 10 jenazah utuh dan satu potongan tubuh,  sementara sisanya  masih dalam proses identifikasi oleh tim DVI melalui pemeriksaan post mortem dan ante mortem.
    Adapun korban yang telah berhasil diidentifikasi adalah:
    1.Suriana (L), 57 tahun
    2.Jajang Tarta (L), 35 tahun
    3.Dadang Apung (L), 80 tahun
    4.Nining (P), 40 tahun
    5.Nurhayati (P), 42 tahun
    6.Lina Ismayanti (P), 43 tahun
    7.M. Kori (L), 30 tahun (teridentifikasi dari satu potongan tubuh berupa tangan)
    8.Al-Sumari (L), 35 tahun
    9.Koswara (L), 40 tahun
    10.Koswara (L), 26 tahun
    11.Ayu Yuniarti (P), 31 tahun
    “Proses identifikasi dilakukan secara menyeluruh oleh tim DVI Polri bersama unsur terkait, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan ketelitian ilmiah.” ujar Kombes Hendra, Minggu (25/1/2026)
    Sementara itu, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, serta unsur relawan lainnya menghentikan sementara proses pencarian dan evakuasi akibat kondisi lapangan. Operasi pencarian akan kembali dilanjutkan pada esok hari. Hingga kini, masih terdapat korban yang diduga tertimbun dan belum berhasil dievakuasi.
    Tim DVI menyampaikan bahwa proses identifikasi dapat dilakukan lebih cepat apabila kondisi jenazah dalam keadaan utuh dan memiliki identitas pendukung. Namun, untuk jenazah berupa potongan tubuh tertentu, seperti bagian kaki, diperlukan waktu lebih lama untuk proses pencocokan data ante mortem.
    Kabid Humas Polda Jabar memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar seluruh personel SAR, TNI-Polri, tenaga medis, relawan, rekan media, serta keluarga korban yang menanti kabar diberikan kekuatan dan keselamatan selama proses kemanusiaan ini berlangsung.
  • KAPOLDA JABAR UCAPKAN BELA SUNGKAWA ATAS GUGURNYA DUA ANGGOTA SAAT JALANKAN TUGAS KEMANUSIAAN DALAM PENANGGULANGAN BENCANA DI DESA PASIRLANGU KAB BANDUNG BARAT

    Kota Bogor- Kapolda Jabar Irjen
    Pol. Rudi Setiawan menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya dua personel Polri yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas saat menjalankan tugas kemanusiaan dalam penanggulangan bencana.

    “Ini merupakan kedukaan bagi kami semua, khususnya keluarga besar Kepolisian. Dua anggota kami gugur ketika terlibat langsung dalam upaya penanganan bencana dan menolong masyarakat,” ujar Kapolda Jabar, Minggu (25/1/2026)

    Kapolda Jabar menjelaskan bahwa kedua personel tersebut telah dimakamkan dan atas pengabdian serta pengorbanannya, Kapolri memberikan penghargaan berupa kenaikan pangkat satu tingkat anumerta sebagai bentuk apresiasi negara atas dedikasi dalam tugas.

    Lebih lanjut, Kapolda Jabar menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah pencarian dan evakuasi para korban bencana. Ia menyampaikan bahwa hingga kini pihaknya belum dapat memastikan identitas para korban yang terdampak, karena proses pencarian dan pendataan masih terus berlangsung.

    “Seperti yang disampaikan oleh Kepala Basarnas, saat ini tim gabungan masih mengupayakan evakuasi dan pencarian korban. Identitas korban akan kami sampaikan setelah ditemukan dan dilakukan proses identifikasi secara menyeluruh,” jelasnya.

    Dalam penanganan bencana tersebut, Polda Jawa Barat mengerahkan personel untuk membantu Basarnas dan BNPB sesuai dengan ketentuan yang berlaku, baik dalam proses pencarian, evakuasi, pengamanan, maupun pendataan korban.

    Kapolda Jabar menegaskan komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi darurat dan bencana, serta memastikan seluruh upaya kemanusiaan dilakukan secara maksimal dan terkoordinasi demi keselamatan warga.

  • Pulihkan Trauma Psikologis Pasca Bencana, Tim Trauma Healing Polda Jabar Bantu Anak-anak Korban Longsor dan Banjir Bandang di Kabupaten Bandung Barat

    Kota Bogor- Tim Trauma Healing Polda Jawa Barat yang terdiri dari Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Jabar dan Polres Cimahi melaksanakan kegiatan trauma healing untuk anak-anak korban longsor di Kabupaten Bandung Barat, Minggu (25/1/2026)

    Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Kegiatan ini bertujuan untuk membantu mengurangi dampak psikologis yang dialami anak-anak akibat bencana longsor yang menimpa wilayah tersebut. Kegiatan trauma healing ini dilaksanakan di Masjid belakang Kantor Desa Pasir Langgu, dengan melibatkan 80 anak-anak yang menjadi korban bencana alam tersebut.

    Trauma healing yang diselenggarakan oleh tim Polda Jabar diharapkan dapat memberikan dukungan psikologis dan emosional kepada anak-anak yang terpapar langsung oleh peristiwa bencana tersebut.

    Kombes Pol Hendra Rochmawan, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk perhatian dan dukungan dari kepolisian kepada masyarakat, terutama anak-anak yang menjadi korban bencana alam. “Kami berharap dengan adanya kegiatan trauma healing ini, anak-anak dapat sedikit meringankan syok dan trauma yang mereka alami akibat longsor.” ujarnya.

    “Selain itu, kami juga berharap anak-anak ini bisa kembali merasa aman dan lebih tenang setelah mengalami peristiwa tersebut,” tuturnya.

    Tim trauma healing ini melakukan berbagai kegiatan, seperti konseling kelompok, permainan edukatif, dan kegiatan relaksasi yang dirancang untuk menenangkan psikologis anak-anak, agar mereka dapat pulih dari trauma pasca-bencana.

    Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat, yang merasa sangat terbantu dengan adanya dukungan psikologis bagi anak-anak mereka.

    Semoga dengan adanya kegiatan trauma healing ini, anak-anak korban bencana bisa bangkit dan menjalani kehidupan mereka dengan lebih baik meskipun dalam kondisi yang penuh tantangan.

  • Polda Jabar Gelar Upacara Pemakaman Dinas Almarhum Aiptu (Anumerta) Muhammad Jerry Sonconery

    Kota Bogor- Kepolisian Daerah Jawa Barat melaksanakan Upacara Pemakaman secara Dinas Kepolisian terhadap jenazah Almarhum Aiptu (Anumerta) Muhammad Jerry Sonconery, S.H., yang menjabat sebagai Bhabinkamtibmas Desa Padaasih, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

    Upacara pemakaman dilaksanakan pada Sabtu, 24 Januari 2026, pukul 22.40 WIB hingga 23.40 WIB, bertempat di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cigugur Tengah, Kota Cimahi.

    Bertindak selaku Inspektur Upacara adalah Kombes Pol. Benny Subandi, S.I.K., M.Si., selaku Irwasda Polda Jawa Barat. Sementara itu, Perwira Upacara dijabat oleh Kompol Yudhi Hariyanto, Kapolsek Cimahi Selatan, dan Komandan Upacara oleh Ipda Nanang Kosasih, Panit I Samapta Polsek Cisarua.

    Upacara pemakaman diikuti oleh Kayanma Polda Jabar, personel Polres Cimahi, Polsek Cisarua, Polsek Cimahi Selatan, keluarga almarhum, dengan susunan perangkat upacara dari personel Bag SDM Polres Cimahi, pembentang bendera, serta iringan korsik dari Yanma Polda Jawa Barat. Seluruh rangkaian upacara berlangsung dengan khidmat dan tertib.

    Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., S.H. mengatakan bahwa upacara pemakaman dinas tersebut merupakan bentuk penghormatan institusi Polri atas dedikasi dan pengabdian Almarhum selama bertugas. Prosesi ini juga menjadi wujud penghargaan atas loyalitas, disiplin, serta darma bakti Almarhum dalam mengemban tugas sebagai anggota Polri, khususnya dalam memberikan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.

    “Upacara pemakaman dinas ini menjadi penghormatan terakhir institusi Polri atas pengabdian almarhum, sekaligus wujud kepedulian dan kebersamaan keluarga besar Polri”. Tuturnya, Minggu (25/1/2026)

  • Kabid Humas Polda Jabar Sampaikan Duka Cita atas Gugurnya Bhabinkamtibmas Polsek Cisarua Ipda (Anumerta) Hendra Kurniawan

    Kota Bogor-

    Kepolisian Daerah Jawa Barat berduka dan menaikan pangkat setingkat lebih tinggi, atas gugurnya Ipda (Anumerta) Hendra Kurniawan, anggota Bhabinkamtibmas Polsek Cisarua, Polres Cimahi, Polda Jawa Barat, yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas saat menjalankan tugas kemanusiaan di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (24/01/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.

    Kesedihan mendalam juga disampaikan oleh istri almarhum. Ia mengenang Ipda (Anumerta) Hendra Kurniawan sebagai sosok suami yang baik, penuh empati, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat.

    “Bagi saya, almarhum adalah suami yang sangat baik dan berhati lembut. Pada hari kejadian, meskipun kondisi beliau sedang kurang sehat, beliau tetap bersikeras untuk berangkat membantu masyarakat yang terdampak musibah. Bahkan saya sempat melarang dan meminta beliau beristirahat terlebih dahulu, namun almarhum tetap memilih berangkat karena merasa terpanggil untuk menolong,” tutur istri almarhum dengan haru.

    Ia menambahkan bahwa kepergian almarhum untuk membantu masyarakat tersebut menjadi pertemuan terakhir mereka.

    “Itu adalah pertemuan terakhir saya dengan beliau. Meski menjadi kenangan yang sangat sedih, saya juga merasa bangga karena almarhum gugur dalam pengabdian dan kepeduliannya kepada masyarakat,” ungkapnya.

    Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Kecelakaan terjadi di ruas Jalan Tugu 2, Kampung Cimeta, Desa Tugu Mukti, Kecamatan Cisarua, kawasan yang dikenal sebagai jalur rawan longsor. Peristiwa tersebut melibatkan kendaraan dinas TNI dan sejumlah kendaraan lainnya, serta menyebabkan dua anggota Polri meninggal dunia, yakni Aiptu (Anumerta,) M. Jerry Sonconery dan Ipda (Anumerta) Hendra Kurniawan, yang keduanya bertugas sebagai Bhabinkamtibmas Polsek Cisarua.

    Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., menyampaikan rasa duka cita mendalam atas kepergian almarhum yang dikenal sebagai personel berdedikasi dan memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat.

    “Almarhum Ipda Hendra Kurniawan merupakan sosok anggota Polri yang memiliki loyalitas dan empati tinggi. Dedikasi serta pengabdiannya kepada masyarakat akan selalu kami kenang. Kami mendoakan agar almarhum husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” tutur Kombes Pol. Hendra Rochmawan, Minggu (25/1/2026)

    Polda Jawa Barat memastikan akan memberikan perhatian dan pendampingan kepada keluarga almarhum serta menghormati seluruh jasa dan pengabdian yang telah diberikan selama bertugas sebagai anggota Polri.

  • Up Date  Identifikasi Korban Longsor dan Banjir Bandang di Cisarua, Jumlah Kantong Jenazah Bertambah

    Kota Bogor-

    Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa berdasarkan update data terbaru, jumlah kantong jenazah yang berhasil terevakuasi kini bertambah menjadi 16 kantong. “Dari 16 kantong jenazah tersebut, sebanyak 7 telah berhasil diidentifikasi, sementara 8 lainnya belum teridentifikasi atau  masih dalam proses identifikasi,” jelasnya, Sabtu (25/1/2026).

    7 kantung jenasah  yang Telah Teridentifikasi:
    1. PM: 062/022/DVI-CSR/001 — Suryana, laki-laki, 57 tahun;
    2. PM: 062/022/DVI-CSR/002 — Jajang Tarta, laki-laki, 35 tahun;
    3. PM: 062/022/DVI-CSR/003 — Nining, perempuan, 40 tahun;
    4. PM: 062/022/DVI-CSR/004 — Dadang Apung, laki-laki, 60 tahun;
    5. PM: 062/022/DVI-CSR/005 — Nurhayati, perempuan, 42 tahun;
    6. PM: 062/022/DVI-CSR/007 — M. Kori, laki-laki, 30 tahun;
    7. PM: 062/022/DVI-CSR/011 — Lina Lismayanti, perempuan, 43 tahun.

    Sedangkan kantung jenasah  yang Belum Teridentifikasi diambil sampel DNA dan untuk sementara disimpan di RSUD Cibabat  Sejunlah kantong jenazah dengan rincian data :

    1. PM : 62/022/DVI-CSR/009
    2. PM : 62/022/DVI-CSR/010
    3. PM : 62/022/DVI-CSR/008
    4. PM : 62/022/DVI-CSR/006 BP
    5. PM : 62/022/DVI-CSR/011
    6. PM : 62/022/DVI-CSR/012
    7. PM : 62/022/DVI-CSR/013
    8. PM : 62/022/DVI-CSR/014
    9. PM : 62/022/DVI-CSR/015
    10. PM : 62/022/DVI-CSR/016

    Kombes Pol. Hendra menegaskan bahwa seluruh proses identifikasi dilakukan secara teliti dengan melibatkan tenaga medis, forensik, serta dukungan teknologi untuk memastikan keakuratan dan kemanusiaan dalam penanganan korban. “Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada korban dan keluarga, agar proses identifikasi berjalan cepat, akurat, dan bermartabat,” ujarnya.

    Lebih lanjut, ia juga menekankan bahwa kehadiran pos pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat. “Kami ingin memastikan para pengungsi mendapatkan layanan kesehatan yang layak, sekaligus mendukung pemulihan kondisi pascabencana,” tutupnya.

  • Tim SAR Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda Jabar Evakuasi Pohon Tumbang Akibat Cuaca Ekstrim di Lembang

    Kota Bogor- Tim SAR Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Jawa Barat melaksanakan kegiatan evakuasi pohon tumbang di lokasi tanah longsor, tepatnya di daerah Betrix Lembang, kawasan Rumah Seniman, pada hari Sabtu 24 Januari 2026

    Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol
    Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Peristiwa tanah longsor yang dipicu oleh curah hujan tinggi menyebabkan sejumlah pohon bambu dan pepohonan besar tumbang hingga menutup badan jalan. Kondisi tersebut sempat menghambat arus lalu lintas dan berpotensi membahayakan pengguna jalan serta masyarakat sekitar.

    Mendapat laporan dari warga dan instansi terkait, Tim SAR Batalyon B Pelopor bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Dengan menggunakan peralatan SAR dan perlengkapan keselamatan, personel melakukan pemotongan, pembersihan, serta evakuasi material pohon tumbang yang menutup akses jalan.

    Berkat kerja sama yang solid dan kesigapan personel di lapangan, proses evakuasi berjalan lancar dan aman. Saat ini arus lalu lintas di lokasi kejadian sudah kembali normal dan dapat dilalui oleh kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.

    Komandan Satuan Brimob Polda Jawa Barat, Kombes Pol Donyar Kusumadji, S.I.K, menyampaikan apresiasi atas kesiapsiagaan dan respons cepat Tim SAR Batalyon B Pelopor dalam penanganan bencana tersebut.
    “Saya mengapresiasi langkah cepat dan profesional yang dilakukan oleh Tim SAR Batalyon B Pelopor dalam mengevakuasi pohon tumbang akibat longsor di wilayah Lembang. Kehadiran Brimob di tengah masyarakat merupakan wujud nyata pengabdian Polri dalam memberikan rasa aman serta membantu masyarakat pada saat terjadi bencana,” ujar Kombes Pol Donyar Kusumadji.

    Beliau juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, khususnya di musim hujan, serta segera melaporkan apabila terjadi potensi bencana alam di wilayahnya agar dapat segera ditangani.

  • Tim Kesehatan Polda Jabar Percepat Identifikasi Korban Melalui Pos DVI dan Dirikan Pos Pelayanan Kesehatan untuk Pengungsi di Desa Pasir Langu

    Kota Bogor- Kepolisian Daerah Jawa Barat melalui tim kesehatan bergerak cepat dalam penanganan korban bencana dengan mendirikan Pos Disaster Victim Identification (DVI) di Desa Pasir Langu. Pos tersebut terdiri dari Pos Ante Mortem dan Pos Post Mortem guna mempercepat proses identifikasi korban secara profesional dan terkoordinasi.

    Selain Pos DVI, Polda Jabar juga mendirikan Pos Pelayanan Kesehatan untuk membantu para pengungsi yang terdampak, khususnya dalam memenuhi kebutuhan medis darurat serta pemulihan kesehatan pascakejadian.

    Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa hingga saat ini dari total 10 kantong jenazah yang diterima, sebanyak 6 kantong telah berhasil diidentifikasi. “Enam kantong jenazah yang teridentifikasi terdiri dari lima jenazah utuh dan satu bagian tubuh. Sementara empat kantong lainnya masih dalam proses identifikasi oleh tim DVI,” jelasnya, Sabtu (24/1/2026).

    Adapun identitas korban yang telah berhasil diidentifikasi adalah sebagai berikut:
    1. Suryana, laki-laki, 57 tahun, masyarakat;
    2. Jajang Tarta, laki-laki, 35 tahun, masyarakat;
    3. Dadang Apung, laki-laki, 60 tahun, masyarakat;
    4. Nining, perempuan, 40 tahun, masyarakat;
    5. Nurhayati, perempuan, 42 tahun, masyarakat;
    6. M. Kori, laki-laki, 30 tahun, berupa potongan tubuh (bagian tangan).

    “Sementara itu, masih dalam proses identifikasi sebanyak 3 jenazah utuh dan 1 bagian tubuh.” ungkapnya.

    Menurut Kombes Pol. Hendra, seluruh proses identifikasi dilakukan dengan mengedepankan standar prosedur operasional yang ketat, melibatkan tenaga medis, forensik, serta dukungan teknologi untuk memastikan keakuratan data korban. “Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik, baik kepada korban maupun keluarga, agar proses identifikasi berjalan cepat, akurat, dan manusiawi,” ujarnya.
    Ia juga menegaskan bahwa kehadiran pos pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian merupakan wujud kepedulian Polri terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat. “Kami ingin memastikan para pengungsi mendapatkan layanan kesehatan yang layak, sekaligus mendukung pemulihan kondisi pascabencana,” tutup Kombes Pol. Hendra Rochmawan.